Hana Saraswati terlilit hutang hingga ketakutan mata batinnya dibuka

Hana Saraswati terlilit hutang hingga ketakutan mata batinnya dibuka
Ringkasan Berita:
  • Hana Saraswati membintangi film Aku Harus Mati karya Hestu Saputra, mengangkat isu hutang, pinjol, dan pesugihan.
  • Ia memerankan Mala, wanita terlilit hutang.
  • Demi peran, Hana membuka mata batin hingga mengalami gangguan setahun.
  • Film produksi Rollink Action ini juga menjadi kritik sosial soal obsesi status dan jalan instan menuju kekayaan.

enolenam, JAKARTA - Bintang sinetron dan film Hana Saraswati jadi pemeran utama dalam film bertajuk 'Aku Harus Mati', garapan rumah produksi Rollink Action. 

Hana Saraswati menjadi Mala, sosok wanita yang terlilit hutang dan dikejar-kejar debt collector, ia pergi meninggalkan kehidupannya untuk menyepi.

Hana Saraswati begitu senang mendapatkan tawaran dari sang sutradara, Hestu Saputra untuk terlibat di film horor yang akan tayang di bioskop Indonesia pada 2 April 2026.

"Aku suka sama ceritanya karena relate sekali dengan kehidupan masyarakat. Film ini mengangkat tentang hutang dan pesugihan," kata Hana Saraswati ketika ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (26/3/2026).

Hana tak menampik kalau zaman sekarang, banyak sekali orang yang terlilit hutang hingga Pinjaman Online (Pinjol), demi status kehidupan yang lebih baik.

Menurut Hana Putri Sharaswaty perilaku tersebut sama saja seperti jual jiwa demi harta.

"Jual jiwa demi harta itu konotasinya adalah kita ngejual ketenangan batin sendiri untuk hal-hal yang sebenarnya kita juga nggak perlu-perlu amat gitu," ucapnya.

"Seperti pinjol gitu atau hubungan dengan orang sekarang banyak bahkan di sini kita angkat lebih ke pesugihannya ya," tambahnya.

Hana menilai film jadi sebuah medium paling baik untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, agar tidak berhutang, menggunakan pinjol, hingga melakukan pesugihan seperti cerita yang tertuang dalam film 'Aku Harus Mati'.

"Jadi menurut aku ini isu yang sangat-sangat dekat dengan masyarakat, apalagi pinjol juga sekarang mudah banget bisa datang langsung SMS-nya datang ke handphone gitu atau dichat lewat WhatsApp gitu," terangnya.

"Film ini jadi himbauan juga buat semuanya untuk nggak usahlah selagi nggak penting-penting banget buat apa sih," tambahnya.

Hana memberikan pesan menohok kepada masyarakat yang masih berhutang atau menggunakan pinjol, untuk menaikkan status hidupnya.

"Yang paling penting kan di sini kita ketenangan batinnya ya, bukan apa ya, bukan validasinya gitu. Apa juga sih fungsinya validasi sebenarnya? Menurut aku tidak ada orang yang bisa sukses dengan kilat," ujar Hana Saraswati.

"Kalau kita coba-coba pakai jalur yang singkat gitu kita berhutang kita pinjam kita apa kita apa ujung-ujungnya kita nggak akan pernah tahu ke depannya apa atau siapa yang akan menagih gitu di kemudian hari," sambungnya.

Mata Batin Dibuka 

Di sisi lain, Hana Saraswati dibuat ketakutan, setelah menjalani proses syuting film 'Aku Harus Mati', karena dirinya mengambil keputusan besar dalam hidupnya, yakni membuka mata batinnya hingga akhirnya ia bisa melihat makhluk astral disekelilingnya.

"Itu adegan dan hal yang mengesankan buat aku untuk dibuka mata batinnya. Kenapa mau? Semua demi tuntutan peran aku sebagai Mala," katanya.

Hana mengakui usai syuting dirinya tidak menutup mata batinnya sampai satu tahun lamanya. Alhasil hidupnya berubah menjadi tidak tenang.

"Kita ada konsul dulu ke pakarnya kita ritual sesuai agar tidak ada kesalahan penyampaian. Tapi setelah itu, mata batinku tetap dibuka," ucapnya.

"Jujur kehidupanku jadi gak nyaman dan menakutkan setelah syuting. Setahun aku bertahan," tambahnya.

Hana Saraswati tak menampik dirinya jadi lebih sensitif dengan makhluk ghaib yang ada disekelilingnya.

"Setelah film itu aku sangat terganggu karena dibuka mata batinnya. Ada pandangan yang mengganggu aku lah. Kadang di bagian bawah pandangan aku suka lihat bayangan, mengerikan pokoknya dan aku gak kuat," ujar Hana Saraswati.

Irsan Yapto selaku eksekutif produser dari rumah produksi Rollink Action menyampaikan bahwa ia ingin memberikan pesan baik kepada masyarakat, terkait bahayanya berhutang yang pada zaman sekarang seakan sudah jadi budaya demi menaikkan status sosial.

Insan Yapto pun mengusung tema jual jiwa demi harta agar pesan yang mau disampaikan lewat film 'Aku Harus Mati', bisa sampai ke penonton. 

"Banyak masyarakat modern sekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol, paylater, dan lain-lain," kata Irsan Yapto.

Film 'Aku Harus Mati' dibintangi oleh Hana Saraswati, Amara Sophie, Prasetya Agni, dan masih banyak lagi. (Ari)

ORDER VIA CHAT

Produk : Hana Saraswati terlilit hutang hingga ketakutan mata batinnya dibuka

Harga :

https://www.enolenam.my.id/2026/04/hana-saraswati-terlilit-hutang-hingga.html

ORDER VIA MARKETPLACE

Diskusi