Bongkar kokohnya pertahanan Sriwijaya, Persiraja menang 2-1
babak pertama, minim peluang tercipta dari kedua tim. Sutan Zico yang dipercaya sebagai ujung tombak menggantikan Connor Flynn
Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
enolenam, BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh akhirnya mampu memecah kebuntuan dan meraih kemenangan 2-1 atas Sriwijaya FC dalam lanjutan kompetisi, Sabtu (28/3/2026) malam di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh.
Kemenangan ini membuka kembali peluang Persiraja untuk bersaing menuju zona promosi.
Sejak awal pertandingan, Persiraja sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola.
Namun, solidnya lini pertahanan Sriwijaya FC membuat tim tuan rumah kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Tim tamu yang dikawal Zac Tyson dan kawan-kawan bermain disiplin dan rapat di lini belakang, sehingga serangan-serangan Persiraja kerap terhenti sebelum mengancam gawang.
Pada babak pertama, minim peluang tercipta dari kedua tim. Sutan Zico yang dipercaya sebagai ujung tombak menggantikan Connor Flynn belum mampu memberikan kontribusi signifikan.
Penyerang muda tersebut kesulitan menembus pertahanan lawan dan nyaris tanpa ancaman berarti sepanjang hampir 60 menit bermain.
Justru peluang-peluang Persiraja lebih banyak datang dari lini kedua melalui Asgal Habib, Fitra Ridwan, dan Omid Popalzay, meski belum membuahkan hasil.
Situasi semakin sulit bagi Persiraja setelah Juan Mera harus ditarik keluar pada menit ke-22 akibat mengalami masalah pada kakinya.
Hingga turun minum, skor tetap bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, pelatih Persiraja Jaya Hartono melakukan sejumlah perubahan dengan memasukkan Al Muzanni, Jeckson Tiwu, dan Risna Prahalabenta untuk meningkatkan intensitas serangan.
Pergantian ini mulai memberikan dampak positif terhadap permainan tim.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-63. Ariel Kurung sukses mencetak gol pembuka melalui sundulan yang tidak mampu dihalau kiper Sriwijaya FC, Risky Muhammad. Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan bagi Persiraja.
Di penghujung pertandingan, tepatnya menit ke-90, Persiraja menggandakan keunggulan melalui Omid Popalzay. Eksekusi penalti Omid sempat ditepis kiper, namun ia dengan sigap menyambar bola muntah dan memastikan gol kedua bagi tim tuan rumah.
Namun Sriwijaya yang dalam motivasi penuh mampu memberikan gol balasan di menit injury time lewat sontekan lembut. Skor pun berakhir 2-1.
Meski meraih kemenangan, permainan Persiraja dinilai belum efektif, terutama di babak pertama, di mana banyak aliran bola terputus di lini pertahanan lawan.
Sebelum pertandingan, Jaya Hartono mengaku telah mewaspadai motivasi tinggi para pemain Sriwijaya FC. Meski telah dipastikan terdegradasi ke Liga 3, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu tetap datang dengan semangat tinggi untuk menjaga nama baik klub.
Hal tersebut juga diakui pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan. Ia menyebut para pemainnya, yang mayoritas merupakan talenta muda, tampil tanpa beban dan ingin menunjukkan kemampuan mereka agar dilirik klub lain.
Mereka bahkan menargetkan kemenangan di kandang Persiraja sebagai bentuk pembuktian diri.
Di sisi lain, Persiraja menghadapi sejumlah kendala jelang laga akibat badai cedera.
Penyerang asing Connor Flynn dipastikan absen, sementara Muamar dan Yasvani juga tidak dapat tampil. Kondisi ini memaksa tim pelatih melakukan sejumlah penyesuaian strategi.
Tambahan tiga poin membuat Persiraja kini mengoleksi 34 poin dan tetap berada di peringkat kelima klasemen.
Mereka juga semakin menjauh dari PSMS Medan yang mengumpulkan 30 poin setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSPS Pekanbaru tadi malam.
Persiraja masih membutuhkan kemenangan di laga-laga berikutnya untuk menembus papan atas dan menjaga asa promosi.
Saat ini, batas akhir zona promosi ditempati Garudayaksa FC dengan 38 poin, yang masih berpeluang menambah angka pada pertandingan selanjutnya.(mun)
Diskusi