Viral video lawas Kiky Saputri roasting Pandji Pragiwaksono pasca mens rea heboh, sindir uang partai
Fenomena video komika kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya respons dari berbagai pihak terkait penayangan spesial stand-up yang dibawak Pandji Pragiwaksono dan dinamika yang melibatkan Kiky Saputri. Dalam beberapa pekan terakhir, sorotan utama adalah bagaimana materi komedi yang dibawakan Pandji menyinggung isu-isu kenegaraan serta kontekstual politik, dan bagaimana respons netizen serta figur publik terhadapnya berkembang pesat.
Perkembangan Terkini yang Mengemuka
-
Pandji Pragiwaksono menjadi pusat perhatian setelah penayangan spesial stand-up berjudul Mens Rea di platform streaming. Dalam beberapa kesempatan, ia juga dihadapkan pada tuduhan terkait ujaran yang dinilai menghasut di muka umum serta dugaan penistaan agama karena beberapa bagian materi komedinya.
-
Pemberitaan tentang kasus hukum ini berbarengan dengan kemunculan kembali video lawas milik Kiky Saputri yang memperlihatkan roasti Kiky terhadap Pandji. Video tersebut memperlihatkan bagaimana Kiky menyoroti sejumlah materi kenegaraan yang kerap dibawakan Pandji saat tampil di hadapan publik.
-

-
Cuplikan video lawas itu berasal dari sebuah program televisi yang kemudian diunggah ulang ke YouTube melalui berbagai kanal, membuatnya kembali viral di berbagai platform media sosial. Potongan video menampilkan Kiky menyampaikan kritik terhadap gaya berkomentar Pandji yang menyoroti isu nasional, diiringi dengan respon tawa dari Pandji yang terlihat menahan diri maupun menundukkan kepala.
Potongan Roasting Kiky terhadap Pandji
Kiky Saputri dalam roastiannya menyinggung beberapa tema yang selama ini kerap muncul di materi Pandji, termasuk bagian-bagian yang menyentuh tema kenegaraan. Ia menekankan bahwa banyak komika menganggap Pandji sebagai panutan karena karya-karyanya, tetapi saat ini ada sebagian publik yang mengkritik gaya komedi yang dianggap terlalu dekat dengan isu politik.
-
Dalam penyampaian itu, Kiky juga menyinggung pernyataan bahwa beberapa komika hidup dari karya mereka, bukan dari dukungan finansial partai. Ia menantang konsistensi Pandji terkait pernyataannya sendiri tentang hidup dari karya, bukan dari uang partai. Respon tawa yang mengiringi roasti semakin menunjukkan suasana yang campur aduk antara humor dan kritik.
-
Lebih lanjut, Kiky menyinggung kedekatan Pandji dengan sejumlah figur politik, termasuk figur yang pernah terlibat dalam kontestasi gubernur. Ia mempertanyakan konsistensi sikap Pandji ketika menunjukkan tekad untuk berkomentar di ranah kenegaraan, namun tidak secara nyata terlibat dalam struktur partai politik.
Reaksi Keluarga Pandji
Istri Pandji Pragiwaksono, Gamila Arief, ikut merespons getaran publik yang menyeret nama keluarganya ke dalam perdebatan. Gamila menyuarakan kekhawatiran terkait fenomena cyberbullying terhadap anak-anak di ranah internet dan menegaskan bahwa tindakan tidak pantas terhadap anak-anak tidak bisa dibenarkan.
- Ia menegaskan kepada netizen untuk berhati-hati dalam menyerang anak-anak serta memohon agar pelecehan dan perundungan siber di internet dibasmi. Seruan Gamila disampaikan secara tegas melalui media sosialnya, di mana ia menantang netizen untuk menjaga etika ketika berkomentar tentang keluarga publik.
Pandji: Tidak Menyesal Menayangkan Mens Rea
Pandji Pragiwaksono menegaskan tidak ada penyesalan atas penayangan spesial Mens Rea di Netflix. Ia berdalih bahwa konten yang ia tampilkan tidak perlu dipetakan sebagai ujaran yang melanggar hukum atau menimbulkan penistaan. Dalam siaran langsung di Instagram, ia menegaskan bahwa tidak menyesal atas penayangan tersebut dan mempertahankan bahwa tanggapan publik bisa beragam.
-
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mengabaikan kritik terhadap tokoh-tokoh yang selama ini dekat dengan dirinya. Meskipun show tersebut menimbulkan polemik, Pandji menegaskan bahwa ia tetap berpegang pada prinsip kebebasan berpendapat dan ekspresi kreatif yang ia miliki.
-
Show Mens Rea dilaksanakan di Indonesia Arena, Senayan pada akhir Agustus 2025 dan kemudian dirilis secara digital pada Desember 2025. Sejumlah pihak sempat menyinggung pengamatannya terhadap sosok Anies Baswedan setelah polemik itu mencuat.
Pandji dan Anies Baswedan: Korelasi dan Klarifikasi
Pandji mengklarifikasi bahwa ada banyak konten kreator di YouTube Indonesia yang juga mengkritik Anies Baswedan, bahkan menurutnya lebih sering daripada dirinya. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap Anies tidak semata-mata lahir karena kedekatan emosional atau kebijakan politik, melainkan hasil dari pandangan pribadi terhadap sejumlah isu yang pernah ia ulas.
-
Ia mencontohkan beberapa video yang ia buat antara 2017 hingga 2023 yang menyinggung Anies, mulai dari topik program-program publik seperti DP 0 Rupiah hingga pernyataan mengenai insiden-inisiden di masa kampanye. Ia menyebutkan bahwa video tersebut bisa ditemukan dengan mudah di kanal YouTube miliknya.
-
Di antara contoh-contoh yang ia sebutkan adalah video polemik terkait program hunian DP 0 Rupiah era Anies Baswedan, serta cuplikan yang membahas pernyataan Anies tentang Kali Item. Ia juga mengungkap bahwa ada video yang membandingkan perlakuan berbeda Anies ketika menggerebek kafe di kawasan Senopati pada Juni 2021 dengan pertemuannya yang lebih hangat saat bertemu Habib Rizieq.
-
Pandji juga mengangkat momen ketika ia membahas soal kepatuhan protokol kesehatan dan pesan-pesan yang disampaikan saat penggerebakan, yang kemudian dihubungkan dengan pertemuan dengan Habib Rizieq. Ia menegaskan bahwa humor yang ia buat bertujuan mengangkat isu-isu publik tanpa bermaksud menistakan pihak manapun.
-
Dalam sesi-adili idola bersama eks Menteri Pendidikan, ia juga menyampaikan bahwa kritik terhadap Anies tetap ada dalam rekam jejaknya—meski ia mengakui bahwa ia tidak selalu menyorot figur tersebut secara langsung di setiap kesempatan. Ia menegaskan bahwa kritiknya berangkat dari observasi terhadap tindakan politik publik, bukannya semata-mata karena hubungan personal.
Kisah ini mencerminkan bagaimana dinamika antara komedikan politik, kebebasan berekspresi, serta respons publik bisa menjadi very sensitive dan memicu perdebatan luas di media sosial maupun media mainstream. Ketika konten-konten humor bertemu dengan isu-isu kenegaraan yang kontroversial, pernyataan, serta pandangan politik publik menjadi bagian dari wacana publik yang terus bergulir, tak jarang melibatkan respons dari pihak keluarga maupun tokoh politik terkait.
Artikel ini disusun dengan mengangkat berbagai sudut pandang yang muncul di media sosial dan kanal resmi masing-masing pihak, tanpa mengikat diri pada satu narasi tunggal. Perdebatan ini menggambarkan bagaimana humor politik tetap menjadi topik yang hidup seiring dengan perubahan lanskap politik, media digital, dan cara publik menilai tanggung jawab seorang seniman komedi terhadap isu-isu sensitif.
Diskusi