Renungan Katolik Minggu 4 Januari 2026: Datang dan Sembahlah Tuhan

Renungan Katolik untuk Hari Raya Penampakan Tuhan
Hari ini, kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan yang juga dikenal sebagai Natal segala bangsa. Pesta ini mengingatkan kita akan kehadiran Yesus Kristus yang tidak hanya bagi orang-orang Israel, tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini membawa pesan tentang terang Tuhan yang menerangi dunia dan memanggil semua bangsa untuk menyembah-Nya.
Bacaan Pertama: Yesaya 60:1-6
Nabi Yesaya berkata kepada Yerusalem: "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu." Kegelapan menutupi bumi, namun terang Tuhan telah muncul. Bangsa-bangsa akan berduyun-duyun datang kepada terang itu, raja-raja akan menyongsong cahaya yang terbit bagimu. Semua bangsa akan melihat keajaiban yang terjadi di Yerusalem dan memberikan persembahan seperti emas, kemenyan, dan mur.
Bacaan Kedua: Efesus 3:2-3a,5-6
Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian. Dulu rahasia ini tidak diberitakan, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan nabi-Nya. Melalui Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, anggota tubuh, dan peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.
Bacaan Injil: Matius 2:1-12
Ketika Yesus dilahirkan di Betlehem, tiga orang majus dari Timur datang untuk menyembah-Nya. Mereka mengikuti bintang yang mereka lihat di ufuk timur hingga tiba di tempat Anak itu berada. Mereka sujud menyembah Dia dan membuka tempat harta bendanya, memberikan persembahan berupa emas, kemenyan, dan mur.
Renungan Harian Katolik
Pada hari ini, kita diajak untuk datang dan sembahlah Tuhan. Terang Tuhan telah terbit bagi kita semua, baik bangsa Israel maupun bangsa-bangsa lainnya. Nabi Yesaya memberikan inspirasi bahwa meskipun masa lalu penuh kegelapan, Tuhan tetap memberikan harapan dan kemuliaan. Ia ingin kita menjadi rasul terang dan kemuliaan melalui kesaksian hidup kita.
Orang-orang Syeba akan membawa emas dan kemenyan serta memberitakan perbuatan-perbuatan masyhur Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Yesus tidak hanya untuk satu bangsa, tetapi untuk seluruh dunia. Tiga orang majus dari Timur adalah simbol dari kehadiran Tuhan yang menyelamatkan semua bangsa.
Gereja Katolik juga menggunakan kesempatan ini untuk merayakan Hari Anak Misioner Sedunia. Anak-anak Sekami di paroki-paroki menjadi pusat perhatian seluruh umat. Mereka biasanya mengunjungi rumah-rumah umat setelah misa untuk bermisi dengan berdoa, berderma, berkurban, dan bersaksi. Anak-anak sekami belajar untuk bermurah hati seperti Tuhan sendiri juga murah hati.
Rasul Paulus bersaksi bahwa Tuhan yang satu dan sama menampakkan kemuliaan-Nya bukan hanya kepada bangsa Yahudi melainkan juga kepada bangsa-bangsa yang lain. Konsekuensi logisnya adalah semua bangsa menjadi ahli waris, anggota-anggota tubuh, dan peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.
Namun, ada sikap manusiawi yang menghambat sukacita ilahi ini. Seperti raja Herodes yang merasa memiliki saingan raja yang baru dilahirkan. Sikap jahatnya muncul ketika ia mengatakan: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” Sikap curiga terhadap orang lain, pikiran negatif, dan keinginan jahat adalah penghalang bagi kita untuk berjumpa dengan Yesus.
Mari kita mempersembahkan diri kita sebagai emas, kemenyan, dan mur bagi Tuhan. Meskipun persembahan ini tidaklah pantas, Tuhan sendiri yang akan membuatnya menjadi pantas dan layak di hadirat-Nya.
Doa:
Allah Bapa Mahamulia, Engkau hari ini menampakkan PuteraMu yang tunggal kepada para bangsa dengan menggunakan bintang. Berkat iman, kami telah mengenal Engkau. Kami mohon, bimbinglah kiranya kami supaya dapat memandang Engkau dalam kemuliaanMu yang sepenuh penuhnya. Demi Yesus Kristus Tuhan kami...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Natal segala bangsa, Hari Raya Penampakan Tuhan. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.
Diskusi