Petani Pidie kesulitan beli pupuk subsidi

Ringkasan Berita:
- Petani di Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie sangat susah membeli pupuk bersubsidi
- Pupuk sangat dibutuhkan petani, untuk menyuburkan tanaman padi yang berusia 22 hingga 30 hari
- Hampir semua kecamatan memerlukannya mengingat tanaman padi butuh pupuk. Kecuali Kecamatan Glumpang Baro, Glumpang Tiga dan Keumala
Jadi, hampir semua kecamatan memerlukannya mengingat tanaman padi butuh pupuk. Kecuali Kecamatan Glumpang Baro, Glumpang Tiga dan Keumala. HASBALLAH, Kadistanpang Pidie
enolenam, SIGLI - Petani di Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie sangat susah membeli pupuk bersubsidi jenis Phonska (NPK) serta urea.
Susahnya petani membeli pupuk bersubsidi akibat kuota pupuk yang disalurkan ke petani belum mencapai seratus persen. Penyaluran pupuk kepada petani terkendala dampak banjir, karena terputusnya jembatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.
Ibrahim, seorang petani di Kecamatan Mutiara, kepada Serambi, Senin (19/1/2026) mengatakan, saat ini, pupuk sangat dibutuhkan petani, untuk menyuburkan tanaman padi yang berusia 22 hingga 30 hari.
Namun, pupuk subsidi jenis Phonska dan urea sangat susah dibeli petani, karena kurangnya stok di kios pengecer. Bahkan, pupuk subsidi jenis Phonska dan urea sering kosong di kios pengecer akibat kelangkaan.
Menurutnya, hasil penelesuran di kios pengecer, penyaluran pupuk tidak memenuhi target, yang seharusnya seratus persen diterima kios pengecer. Namun, penyaluran pupuk hanya sekitar 18 persen diterima kios. Sejatinya kios pengecer menerima 25 ton, tapi hanya diberikan 80 sak.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, Hasballah SP kepada Serambi, Senin (19/1/2026), menjelaskan, pupuk bersubsidi Phonska atau NPK dan urea mengalami kelangkaan sejak sepekan terakhir ini. Sehingga petani melaporkan ke dinas.
Dikatakannya, kelangkaan pupuk akibat kurangnya penyaluran dari distributor kepada kios pengecer. Selain itu, stok pupuk berkurang akibat pemakaian tinggi di tingkat petani. " Saya sudah melapor ke Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Aceh terhadap pupuk bersubsidi tidak cukup di Pidie," kata Hasballah.
Selain itu, sebutnya, Distanpang juga sudah menyurati PT Pupuk Indonesia pada awal Januari 2026, agar segera menambah kuota pupuk bersubsidi untuk petani di Pidie. Sebab, saat ini tanaman padi berumur 30 hingga 35 hari, yang sangat membutuhkan kepada pupuk supaya tanaman padi subur.
Namun, pupuk bersubsidi tidak ada di distributor dan kios pengecer sehingga petani sulit membeli pupuk bersubsidi pemerintah itu. Pupuk NPK didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.
" Jadi, hampir semua kecamatan memerlukannya mengingat tanaman padi butuh pupuk. Kecuali Kecamatan Glumpang Baro, Glumpang Tiga dan Keumala, yang petani di sana lebih awal telah memakai pupuk," ungkapnya. (naz)
Stok Bukan Langka
Direktur CV Alia Agro Persada, Jamaluddin, yang dikonfirmasikan Serambi, Senin (19/1/2026) mengatakan, sebenarnya pupuk di Pidie bukan langka, tapi Aceh dilanda musibah banjir dan longsor pada 26 November 2025.
Banjir juga menyebabkan jembatan utama sebagai penghubung putus, sehingga jalur pendistribusian pupuk melalui jalur darat terkendala. Namun, Pupuk Indonesia tetap berkomitmen untuk melakukan pendistribusian pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Pidie.
" Jadi, pekan ketiga hingga keempat Desember 2025 pendistribusian pupuk dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal," ujarnya.
Ia menyebutkan, kapal membawa 900 ton urea dan 800 ton NPK mendarat di pelabuhan Malahayati. Lalu, pupuk dibawa ke gudà ng lini III Pidie, guna PUD melakukan penebusan dan mensistribusikan ke PPTS.
Kata Jamaluddin, pekan pertama Januari 2026 hingga saat ini, pendistribusian pupuk sudah mulai normal lewat jalur darat, meski di jembatan Kutablang Bireuen tetap harus antrean.
Ia menyebutkan, hingga 14 Januari 2026, stok pupuk subsidi di gudang lini III Kabulaten Pidie mencapai 180 ton urea. Saat ini, 180 180 ton urea dalam perjalanan dibawa truk. Begitu juga, 120 ton NPK bersama 150 ton urea masih diangkut truk dalam perjalanan.
Selain itu, PUD CV Tuah Tamita sudah melakukan penebusan di wilayah kerja Kecamatan Peukan Baro terhadap 65 pupuk urea 65 ton dan 57, 5 ton NPK.(naz)
Diskusi