Jenazah Kedua Korban Pesawat ATR Telah Tiba di Biddokkes Polda Sulsel Makassar
Ringkasan Berita:
- Jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah tiba di RS Bhayangkara Makassar dan masih menjalani proses identifikasi.
- Identitas korban belum dapat dipastikan, meski secara fisik diketahui berjenis kelamin perempuan.
- Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian delapan korban lainnya di kawasan pegunungan Bulusaraung dengan medan dan cuaca yang sulit.
enolenam, MAKASSAR -Jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah tiba di RS Bhayangkara Makassar Sulawesi Selatan (Sulsesl), Selasa (20/1/2026) malam.
Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diberangkatkan dari Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, menggunakan ambulans TNI berpelat 4522-XIV.
Jarak Desa Tompo Bulu ke Biddokkes Polda Sulsel sekitar 85,7 kilometer (km).
Waktu tempuh sekira 2-3 jam.
Jenazah tiba di area Post Mortem Biddokkes Polda Sulsel pukul 22.38 WITA.
Setibanya di lokasi, ambulans langsung memasuki area steril yang telah dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI.
“Tim DVI Polda Sulawesi Selatan telah menerima satu kantong jenazah dari Basarnas. Yang tadi serah terimanya dilaksanakan di Posko AJU Tompo Bulu, dan sekarang sudah tiba di Bidokkes,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto dalam keterangan resmi di Bidokkes Polda Sulsel, Selasa (19/1/2026) malam.
Didik menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyampaikan secara pasti identitas korban karena masih dalam pemeriksaan dan identifikasi.
“Tetapi, secara fisik, jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan. Tetapi karena perempuan ada dua, maka saya belum bisa mengidentifikasi, nanti akan kita tunggu lebih lanjut,” terangnya.
Panglima Komando Daerah (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan, hingga saat ini masih ada delapan korban yang belum ditemukan.
Tim SAR dan TNI-Polri tetap berada di lokasi pencarian dan bermalam di kawasan pegunungan Bulusaraung demi mengefektifkan operasi.
“Kita masih sama, tim hari ini semuanya bermalam di sana. Sejak awal kita memang sudah menyiapkan logistik dan perlengkapan bagi tim yang bermalam di lokasi pencarian,” jelas Bangun Nawoko.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pencarian dapat berlangsung lebih maksimal sejak pagi hari.
Untuk hari ini, Rabu (21/1/2026), skenario disusun berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya.
Jenazah bakal menjalani pemeriksaan post mortem sebagai bagian dari tahapan identifikasi.
Tim DVI Polri akan mencocokkan data post mortem dengan data ante mortem yang sebelumnya telah dikumpulkan dari pihak keluarga korban, termasuk data DNA dan administrasi pendukung.
Dari total 10 orang yang berada di dalam pesawat ATR 42-500, dua di antaranya diketahui merupakan pramugari.
Korban Pertama di Kampung Baru Maros
Jenazah korban pertama pesawat ATR 42-500 dievakuasi Tim SAR Gabunan dari lereng puncak gunung Bulusaraung menuju Kampung Baru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Selasa (20/1/2026) siang.
Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengatakan saat ini posisi jenazah pertama sudah berada di wilayah Desa Lampeso, Kabupaten Maros, dan tengah dalam proses evakuasi menuju akses jalan utama.
“Update posisi jenazah yang bisa kami sampaikan, pertama jenazah pertama yang beridentitas laki-laki sekarang posisinya di Desa Lampeso Itu berada di Kabupaten Maros,” katanya saat ditemui Posko utama SAR Gabungan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, proses evakuasi masih membutuhkan waktu cukup lama mengingat kondisi geografis yang sulit serta jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.
“Ini sedang dalam proses evakuasi karena sampai dengan desa terdekat kemudian masih sampai dengan jalan utama masih kurang lebih 4 sampai 5 jam dengan berjalan kaki,” jelasnya.
Menurutnya, jenazah pertama dipastikan akan dievakuasi menuju Maros dan tidak memungkinkan dibawa kembali ke wilayah sebelumnya.
“Jenazah pertama jelas ke Maros, karena itu sudah posisi di sana, tidak mungkin lagi kembali ke sini,” ungkapnya.
Rute evakuasi direncanakan akan tembus ke wilayah Camba dan selanjutnya menuju Kampung Baru, di mana ambulans telah disiagakan.
“Ini nanti tembusnya ke Camba. Kita usahakan di Kampung Baru,” ujarnya.
“Dari Lampeso ke kampung baru itu harus berjalan kaki kurang lebih 4 sampai 5 jam. Ambulance sudah standby di sana (Kampung Baru),” tambah dia..
Namun demikian, proses evakuasi masih dihadapkan pada kendala cuaca yang belum bersahabat sejak pagi hingga sore hari.
“Karena kesulitan yang ada masih tetap terus, kita ketahui bersama sampai sore, dari pagi cuaca ini terjadi hujan yang cukup deras,” jelasnya.
Tim SAR gabungan hingga kini tetap berjibaku di lapangan untuk mengevakuasi korban lainnya dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah medan ekstrem dan hujan lebat yang melanda kawasan pegunungan.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Pangdam Hasanuddin Kawal Jenazah Korban Kedua Pesawat ATR ke Post Mortem Biddokkes Polda Sulsel
dan
Jasad Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 di Tompo Bulu Pangkep, Korban Pertama di Kampung Baru Maros
Diskusi