FPCI ingatkan risiko ketergantungan Indonesia terhadap AS

PENDIRI sekaligus Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengingatkan pemerintah Indonesia agar tetap menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat tanpa kehilangan independensi politik luar negeri. Ia menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan politik, ekonomi, dan keamanan terhadap AS di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tak menentu.

Peringatan itu disampaikan Dino dalam diskusi bertajuk Outlook on Geopolitical Trends & Indonesian Foreign Policy in 2026 di Sekretariat FPCI, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Menurut dia, posisi Amerika Serikat sebagai negara adidaya membuat dampak kebijakan luar negerinya jauh melampaui satu periode pemerintahan. “Dengan negara adidaya AS, kita masih harus menghadapi tiga tahun lagi seperti ini. Dan tiga tahun kebijakan luar negeri AS bisa berdampak selama puluhan tahun,” kata Dino.

Tekanan Kebijakan Luar Negeri

Dino menilai arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan imperialisme, terutama pada era kepemimpinan Presiden Donald Trump. Ia mengaitkan imperialisme dengan praktik penundukan dan relasi yang tidak setara.

“Ketika Anda berbicara tentang imperialisme, Anda berbicara tentang penaklukan wilayah, perebutan sumber daya secara agresif, hubungan yang tidak setara dengan negara lain,” ujarnya.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menambahkan bahwa pola tersebut kerap disertai pemaksaan dan intimidasi terhadap negara lain, termasuk pengabaian hukum internasional.

Dino menyebut kecenderungan itu bahkan diakui sendiri oleh Presiden Trump. “Bahwa ia tidak terlalu menghormati hukum internasional,” kata Dino.

Berkata ‘Tidak’ dalam Diplomasi Indonesia

Meskipun demikian, Dino mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat. Dalam sejarah diplomasi, Indonesia tidak selalu mengikuti kehendak Washington. “Dalam sejarah diplomasi Indonesia, kita sering sekali ditekan Amerika Serikat dan selalu bisa menjaga posisi,” ujarnya.

Ia mencontohkan sikap Indonesia yang menolak invasi Amerika Serikat ke Irak. Menurut Dino, keputusan tersebut tidak mudah, tetapi menunjukkan kemampuan Indonesia mempertahankan prinsip politik luar negerinya.

“Kita pernah bilang tidak, misalnya saat invasi Amerika ke Irak. Itu tidak mudah, tapi kita melakukannya,” katanya.

Keberanian untuk mengatakan tidak, menurut Dino, merupakan landasan penting dalam menjaga kedaulatan dan martabat bangsa. “Jangan pernah sungkan atau takut untuk say no to anybody,” ujarnya. Dino juga menyoroti proses perundingan perdagangan dan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat yang hampir rampung.

Ia mengingatkan agar kesepakatan tersebut benar-benar mencerminkan prinsip kesetaraan dan tidak menempatkan Indonesia dalam posisi tunduk. “Yang saya khawatirkan dari politik luar negeri Amerika adalah mereka tidak peduli pada kesetaraan,” kata Dino.

Dino merinci, perjanjian dagang harus memberi manfaat nyata bagi Indonesia dan menjaga posisi tawar nasional. Ia menegaskan bahwa sikap tegas bukan sesuatu yang baru dalam karier diplomatiknya. Dino mengaku telah berkali-kali mengatakan tidak kepada Negeri Paman Sam itu. “Tanggung jawab kita itu pada sejarah, bukan pada Presiden Trump,” ujarnya.

Jaga Hubungan, Kurangi Eksposur

Meskipun kritis, Dino menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu memutus hubungan dengan Amerika Serikat. “Bukan berarti kita mengakhiri hubungan dengan Amerika Serikat,” ujarnya menambahkan.

Ia menilai hubungan baik tetap perlu dijaga, sepanjang bersifat dua arah dan setara, sebagaimana Indonesia menjalin relasi dengan negara besar lain seperti Cina, Rusia, India, dan Jepang.

Namun ia mengingatkan pemerintah agar mengurangi eksposur politik dan ekonomi, terutama jika relasi dibangun atas dasar tekanan politik. Ia juga meminta kehati-hatian dalam kerja sama keamanan di tengah meningkatnya kecenderungan macho nationalism dan macho internationalism dalam kebijakan Amerika Serikat. “Jika Anda berbeda pendapat dengan Amerika, Anda akan ditimpa,” kata Dino.

ORDER VIA CHAT

Produk : FPCI ingatkan risiko ketergantungan Indonesia terhadap AS

Harga :

https://www.enolenam.my.id/2026/01/fpci-ingatkan-risiko-ketergantungan.html

ORDER VIA MARKETPLACE

Diskusi